Sabtu, 03 April 2010

Thomas


Benar-benar baca dan pahami isinya…
Jangan pernah lepaskan makna post ini dari diri anda! (terutama diri saya sendiri)
Pernahkah Anda sadari bahwa pada saat Anda memutuskan untuk MENJADI SESUATU
atau MELAKUKAN SESUATU anda harus melalui sebuah FASE dimana anda diuji habis-
habisan? Fase dimana anda akan merasakan rasa sakit yang sangat-sangat
menyakitkan? Fase dimana Anda merasakan penolakan dari banyak orang termasuk
orang terdekat anda?
Contohnya, jika anda memutuskan untuk menjadi MUSISI atau ingin BER-BISNIS atau ingin melakukan HAL BESAR APA SAJA yang anda ingin WUJUDKAN, maka pada saat FASE ON THE WAY THERE atau FASE PROSES MENUJU KESANA anda akan mendapatkan begitu banyak komentar negatif, nasihat negatif, nasihat untuk berhenti melakukan apa yang anda inginkan yang datang dari banyak orang termasuk orang terdekat anda?
Mereka akan bilang hal yang anda lakukan itu beresiko, jalan yang anda ambil adalah
kesalahan besar, anda hanya buang-buang waktu percuma, hal yang anda lakukan itu luntang-lantung, ga menjamin kepastian hidup, hal itu tidak pasti untungnya, dll. dll?
Tapi PADA SAAT ANDA BERHASIL maka mereka semua akan MEMUJI-MUJI ANDA dan
berkata ANDA SANGAT HEBAT!
Hmmm... aneh bukan?

Kebanyakan orang menjadi gagal dalam menggapai MIMPI MEREKA karena pada saat PROSES menjadi SESUATU tersebut mereka TIDAK TAHAN menghadapi semua ujian dan test serta hinaan dari banyak orang yang SE-ENAKnya KASIH Komentar…
dan anda harus PERCAYA bahwa 99% orang diluar sana memang SADAR TIDAK SADAR
HOBI MEMBERIKAN KOMENTAR SE-ENAKNYA…
Kebanyakan cerita tentang Musisi dan Bisnis-man serta para Ilmuwan dan Orang-orang hebat di dunia ini mereka mengalami sendiri FASE GILA ini… mereka dicaci, dihina, dimaki, dicemooh dan diberi “nasihat halus” untuk mundur dari mimpi mereka…
Tapi apa yang mereka lakukan? Apakah mereka mundur dan menangisi Mimpi mereka yang tinggal mimpi?
TIDAK! Mereka trus mengejar mimpi mereka dengan STRATEGI yang membuat mereka
BERHASIL!

Lihat cerita Thomas Alpha Edison, Donald Trumph, Bill Gates, Colonel Sanders dan
banyak-banyak-banyak lagi…
Mereka adalah PEJUANG MENTAL diri mereka sendiri…
Apa maksudnya?
Maksudnya adalah, mereka melawan KESAKITAN diri mereka sendiri untuk terus
berjuang... tapi... dengan STRATEGI yang tepat tentunya...
Ingat cerita the Wright Brothers yang pernah dihina oleh hampir seluruh orang pintar di-
didunia karena mereka punya cita-cita untuk membuat orang bisa terbang?
Bahkan mereka jadi bahan olok-olokan dan mendapat julukan badut karena mereka
mereka melompat-lompat menggunakan sayap dari kayu supaya bisa terbang... (anda pasti sudah pernah lihat video kuno orang yang melompat-lompat pakai sayap kayu kan? Itulah mereka)
Sekarang, Siapa yang tidak tau yang namanya airport dan pesawat terbang?
Saya akan berikan Anda STRATEGI untuk dapat MELEWATI ujian-ujian dalam FASE PROSES
ON THE WAY THERE dengan SEMPURNA…
Strateginya cuma DUA yaitu:
PEDULI SETAN DENGAN ORANG YANG MAU MENJATUHKAN SAYA!
Dan
FOKUS DENGAN APA YANG SAYA KEJAR!
Mudah sekali bukan?
Lalu HAL TERBESAR apa yang harus saya KORBANKAN untuk mengejar mimpi saya?
Hanya SATU!..
Apa itu?
BUANG RASA MALU ANDA!
Jangan pernah MERASA MALU untuk MELAKUKAN apa yang anda kejar, jangan merasa
malu MENYATAKAN apa yang anda mau, jangan pernah MUNDUR karena ucapan-
ucapan kecil yang menyakitkan hati anda…
GO FOR WHAT YOU WANT TO BE! NO –MATTER – WHAT – THEY – SAY!
Lets BREAK THROUGH THE RAIN and SEE You At The TOP!
(Alhamdulillah thanks for RF)



Selengkapnya...

Resensi marketing revolution Bab 1


Resensi Marketing Revolution
By Tung Desem Waringin

Teman-teman di mulai edisi ini akan kami sediakan resensi buku Marketing Revolution dari Tung Desem Waringin (TDW) secara bertahap bab per bab. Semoga bermanfaat…

BAB I Marketing Revolution
Menurut TDW tujuan marketing adalah Menukarkan nilai tambah yang ada ke sebanyak mungkin pembeli, sesering mungkin sehingga pembeli Untung penjual Untung.
Dalam dunia marketing ada 2 aliran :
1. Aliran “Menginggatkan”
2. Aliran “Menawarkan”
Aliran Mengingatkan/Branding/Institutional Marketing/Soft Selling/Awareness, sering kali membutuhkan biaya tinggi dan terkadang tidak menghasilkan penjualan. Karena, ingat saja tidak cukup, orang ingat belum tentu beli. Ini tentu merugikan perusahaan yang telah menghabiskan biaya ratusan juta atau milyaran untuk iklan. Aliran ini juga dikenal sebagai Open Marketing dimana biaya marketing tidak bias diukur hasil penjualannya.
Berbeda dengan Aliran Menawarkan/Direct Respons Marketing/Hard Selling di aliran ini biaya marketing bisa dibandingkan dengan hasil penjualan. Kegiatan marketing termasuk iklan akan selalu diukur hasil penjualannya. Dengan demikian biaya marketing dikeluarkan secara efektif dan efisien. Aliran ini juga dikenal sebagai Close Marketing di mana biaya marketing bisa diukur hasil penjualannya. Yang paling asyik di aliran menawarkan adalah biaya marketing bisa unlimited.
Sebagai contoh biaya beli (biaya marketing) yang dibutuhkan untuk mendapatkan seorang customer rata-rata biaya Rp 100.000 dan teryata keuntungan bersih per customer rata-rata Rp 200.000 maka biaya marketing boleh unlimited. Usaha marketing yang menghasilkan ini bisa diulangi terus selama masih menghasilkan.
Tetapi yang terpenting, tidak peduli soft selling atau hard selling yang paling penjualan meningkat dan berkelanjutan.
Untuk Merevolusi Marketing di mana berarti terjadi peningkatan penjualan secara dramatis besar & cepat, gunakan sebagian kecil biaya untuk publisitas sehingga Awareness meningkat, gunakan sebagian besar biaya untuk menawarkan agar penjualan meningkat.

Definisi Ilmu Marketing menurut TDW adalah Ilmu Menyampaikan Penawaran kepada Target Market sehingga terjadi Peningkatan Penjualan yang berkesinambungan secara cepat & besar. Untuk terjadi penjualan yang berkesinambungan pasti syaratnya adalah baik Pembeli maupun penjual untung. Andaikata hanya penjual yang untung tapi pembeli rugi, pasti pembeli akan kapok tidak mau beli lagi. Bila pembeli saja yang untung tapi penjual rugi pasti penjual lama-kelamaan tidak akan bisa jualan lagi.
Tantangan dan pokok bahasan Pertama Ilmu Marketing Revolution adalah bagaimana Menciptakan Penawaran yang Begitu Menarik & Bisa dipercaya sehingga calon pembeli akan berkata pada diri sendiri “Saya GOBLOK kalau tidak mau beli,” atau “Saya sungguh beruntung bisa beli.”
Tantangan dan pokok bahasan Kedua Ilmu Marketing Revolution adalah bagaimana Menyampaikan Penawaran yang begitu menarik & bisa dipercaya kepada calon pembeli yang tepat. Sehingga anda tidak akan salah menawarkan Mercy plus hadiah menarik tetapi anda tawarkan pada pengemis. Demikian resensi Bab I buku Marketing Revolution, nantikan resensi bab-bab selanjutnya. Semoga Bermanfaat…Pasti Bermanfaat

Selengkapnya...

Why Do Some People


Dalam situasi yang tidak menentu seperti saat ini, para atasan biasanya akan mudah patah arang. Dan biasanya orang seperti itu jarang menghadapi kesulitan dalam kehidupannya. Berbeda dengan atasan yang sering menemui kendala, maka mereka akan lebih tahan menghadapi cobaan. Padahal dalam keadaan seperti ini, sangat dibutuhkan sekali suatu ketahanan dalam bekerja. Karena itu ada beberapa kunci yang bisa digunakan agar kita bisa lebih tahan di masa perekonomian yang sedang menurun seperti ini. Kunci itu adalah :

defitiness of Purpose. Seseorang akan mempunyai ketahanan jika dia mempunyai cara berpikir dan motif yang kuat untuk menjalankan sesuatu. Dan motif itu biasanya datang dari dalam diri sendiri. Segala sesuatu yang datang dari dalam diri sendiri, selalu akan jauh lebih kuat daripada datangnya dari luar diri kita sendiri. 

Selain itu juga kita harus berani untuk keluar dari zona nyaman. Dengan kita keluar dari zona nyaman, maka kita akan lebih tahu sekuat apa kita sesungguhnya. Ditambah lagi dengan adanya motif dan dukungan yang kuat maka ketahanan kita menghadapi masalah akan jauh lebih baik lagi. (hac)
Sumber : SmartFm.co.id
Selengkapnya...